Loading...

SMRC Menduga HTI Mainkan Isu Pasca Insiden Pembakaran Bendera

Seluruh lapisan masyarakat diharapkan tidak terprovokasi dengan Aksi Bela Tauhid (ABT). Sebab, unjuk rasa tersebut dilakukan oleh organisasi masyarakat (ormas) yang telah dilarang yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Untuk diketahui, aksi digelar berkaitan dengan pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum Banser. Oknum itu merasa yang dibakar adalah bendera HTI.

SMRC Menduga HTI Mainkan Isu Pasca Insiden Pembakaran Bendera

“Kalau kita lihat, HTI secara terbuka memainkan isu ini untuk melibatkan kalangan Muslim awam yang tidak mengerti politik di belakang aksi ini. Saya kira itu yang agak berbahaya, sehingga jangan sampai terprovokasi,” kata Direktur Program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Sirojuddin Abbas saat dihubungi, Jumat (2/11).

Menurutnya, gerakan ABT memang sulit untuk membesar. Hal ini dikarenakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk ormas-ormas Islam besar telah bersikap. “Sudah ada pernyataan mencegah dan menyerukan untuk menghentikan semua perbedaan pendapat soal itu (pembakaran bendera). Secara hukum juga sudah ditindaklanjuti pihak kepolisian,” ujarnya.

Baca Juga : Diduga Selingkuh Dengan Kader Gerindra, Anggota DPRD Kota dari PKS Dipecat

Ia menyatakan, berbagai upaya yang dilaksanakan cukup membatasi ruang gerak kelompok ABT. Meski begitu, ia menilai bahwa kalangan ABT tidak akan cepat memadamkan isu yang diangkat. “Mereka akan terus mengipas-ngipas isu ini. Kalau kita lihat selebaran, mereka yang menggoreng isu ini tidak banyak berbeda dengan kelompok yang menggoreng isu Ahok saat 2016,” ucapnya.

Ia mengatakan, ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah memiliki otoritas kuat menghentikan isu pembakaran. Selain itu juga, lanjutnya, peranan aparat kepolisian juga sangat penting. “Kalau dibiarkan, mereka akan mendapatkan basis mobilisasi yang baru di kalangan umat Islam awam yang tidak paham bahwa ini politik adu domba yang sedang dimainkan HTI dengan menggunakan aktivis-aktivis Islam, alumni 212,” katanya. Sumber

26 views
Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *